Nganjuk — Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kabupaten Nganjuk menggelar gerakan penanaman 500 pohon matoa di lingkungan MAN 1 Nganjuk, Jum’at (29/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 IPARI dengan mengusung semangat IPARI Merawat Negeri : Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua PD IPARI Kabupaten Nganjuk, Khoirus Sholihin, S.Ag., dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota IPARI Kabupaten Nganjuk. Turut hadir Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, para Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Nganjuk yang terdiri atas 11 MIN, 10 MTsN, dan 3 MAN, serta perwakilan madrasah swasta.
Gerakan penanaman pohon ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi IPARI Kabupaten Nganjuk dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap alam. Sebanyak 500 pohon matoa ditanam di area MAN 1 Nganjuk sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Ketua PD IPARI Kabupaten Nganjuk, Khoirus Sholihin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial peringatan hari lahir organisasi, tetapi juga merupakan bentuk komitmen penyuluh agama dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekologis. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat.
“Melalui gerakan ini, IPARI Kabupaten Nganjuk ingin menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Menjaga alam adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT sekaligus mewariskan lingkungan yang baik kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk mengapresiasi keterlibatan aktif para penyuluh agama dalam mendukung program pelestarian lingkungan. Menurutnya, gerakan penghijauan yang melibatkan berbagai unsur pendidikan dan keagamaan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan antusiasme peserta. Selain memperingati Harlah ke-3 IPARI, gerakan penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan tersebut, PD IPARI Kabupaten Nganjuk kembali menegaskan perannya sebagai organisasi profesi penyuluh agama yang tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan kehidupan keagamaan, tetapi juga aktif mendukung pembangunan berkelanjutan melalui gerakan ekoteologi dan pelestarian lingkungan hidup. (dion/ks)
