Skip to content

IPARI Kabupaten Kediri Hadirkan Dakwah Bil-HalMelalui Kerja Bhakti Lintas Iman di Tempat Ibadah

Dalam upaya menghadirkan dakwah Islam yang substantif, membumi, dan responsif terhadap konteks sosial, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Kediri menyelenggarakan kegiatan kerja bhakti di tempat ibadah sebagai manifestasi nyata dakwah bil-hal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Pengurus Pusat IPARI Nomor: 143/PP.IPARI.Skrt/12/2025 tentang Persiapan Natal dan Tahun Baru, yang mengajak seluruh Penyuluh Agama untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih rumah ibadah sebagai upaya menyediakan tempat istirahat yang aman, nyaman, mudah dijangkau, serta mewujudkan rumah ibadah yang ramah bagi masyarakat dan pemudik.


Kegiatan kerja bhakti ini tidak sekadar berorientasi pada aktivitas sosial, tetapi menjadi sarana edukatif dan transformatif untuk menanamkan nilai kebersihan, kepedulian, dan persaudaraan lintas iman sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang rukun dan berkeadaban. Dengan mengusung tema “Merawat Rumah Ibadah, Menguatkan Kerukunan, Meneguhkan Moderasi Beragama”, kegiatan utama dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bethel Sukoharjo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare.


Kegiatan ini melibatkan Penyuluh Agama Koordinator Kecamatan Pare sebagai peserta aktif. Kerja bhakti difokuskan pada pembersihan dan penataan balai pamitran serta halaman gereja, sebagai ruang publik yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung aktivitas peribadatan dan interaksi sosial umat. Melalui aktivitas tersebut, penyuluh agama tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi juga menghadirkan pesan simbolik bahwa dakwah Islam dapat diwujudkan melalui tindakan konkret yang menyejukkan, inklusif, dan membangun kepercayaan sosial.


Ketua PD IPARI Kabupaten Kediri, Dr. Alfiatu Solikah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi dakwah yang adaptif terhadap dinamika masyarakat majemuk. “Kegiatan ini adalah wujud dakwah bil-hal yang ingin kami hadirkan secara konsisten, agar penyuluh agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, penyuluh agama dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan secara verbal, tetapi juga menghadirkan keteladanan melalui aksi nyata yang solutif dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.


Secara konseptual, kerja bhakti lintas iman ini merepresentasikan paradigma dakwah kontemporer yang menekankan keteladanan sosial (uswah hasanah) dan penguatan etika publik. Merawat rumah ibadah lintas agama dimaknai sebagai ikhtiar bersama dalam menjaga ruang-ruang sakral umat beragama sekaligus merawat harmoni sosial, sejalan dengan prinsip moderasi beragama yang menempatkan toleransi, keseimbangan, dan keadilan sebagai nilai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak gereja. Pendeta David, S.Teol, selaku perwakilan pengurus GKJW Bethel, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kerja bhakti tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian lintas iman yang memperkuat rasa saling percaya dan kebersamaan antarumat beragama di tingkat lokal.


Sebagai bentuk perluasan dampak dan penguatan advokasi sosial-keagamaan, PD IPARI Kabupaten Kediri juga menghimbau para Penyuluh Agama Koordinator Kecamatan Papar, Ngadiluwih, dan Kediri untuk melaksanakan kegiatan serupa secara serentak pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 08.00–16.00 WIB, di tempat ibadah di wilayah tugas masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu membangun gerakan kolektif penyuluh agama sebagai agen perubahan sosial yang aktif menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam ruang publik secara konstruktif dan kolaboratif.


Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan advokatif bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan merawat ruang kebangsaan melalui pendekatan dakwah yang inklusif, dialogis, dan berbasis aksi nyata. Sinergi antara penyuluh agama, KUA, dan masyarakat lintas iman menjadi modal sosial penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang damai dan berkeadaban.


Ke depan, PD IPARI Kabupaten Kediri berkomitmen untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan agenda pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama. Diharapkan, praktik baik dakwah bil-hal ini dapat direplikasi di berbagai wilayah serta menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat Kabupaten Kediri yang religius, rukun, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *