NGAWI – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Ngawi menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 pada Rabu (3/6/2026) di Auditorium Svarga View, Ngawi. Kegiatan yang diikuti 55 Penyuluh Agama Islam serta pejabat Kementerian Agama tersebut mengusung tema “Aktualisasi Ekoteologi Islam dan Kalibrasi Arah Kiblat sebagai Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam.”
Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian Harlah yang sebelumnya diawali dengan penyambutan peserta Indonesia Walk for Peace dan penanaman pohon. Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Kementerian Agama, dan Mars IPARI, dilanjutkan pelantikan Pengurus PAW serta Tim Media PD IPARI Ngawi sebagai langkah memperkuat organisasi dan syiar digital penyuluh agama.

Seminar dalam rangka Harlah Ke-3 IPARI di Auditorium Svarga View, Rabu (3/6/2026).
Ketua PD IPARI Ngawi, Afa Prasetiyanto, S.Th.I., mengajak seluruh anggota meningkatkan kecintaan terhadap organisasi melalui dedikasi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepenyuluhan. Ia menegaskan bahwa soliditas organisasi harus terus dibangun melalui kebersamaan dan pertemuan rutin. Pada kesempatan tersebut, anggota PD IPARI yang memasuki masa purna tugas, Puguh, menyampaikan terima kasih serta pesan agar penyuluh senantiasa menjaga kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Dr. H. Moh. Ersat, M.H.I., menegaskan pentingnya menghidupkan tim media sebagai amanah Menteri Agama RI agar berbagai kegiatan kepenyuluhan dapat dipublikasikan secara luas kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya gerakan ekoteologi dan kalibrasi arah kiblat sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan keagamaan. Menurutnya, menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon merupakan bagian dari ibadah yang harus dicontohkan sebelum mengajak masyarakat melaksanakannya.

Jajaran PD. IPARI Kabupaten Ngawi Khidmat Mengikuti Acara
Acara pembukaan diakhiri dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, dan doa bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti seminar peningkatan kompetensi yang menghadirkan Kasi Bimas Islam Kankemenag Ngawi, H. Chusnul Amin, S.Ag., M.Pd.I., dan Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Ngawi, H. Anshori, S.Ag., M.H.
Dalam materinya, Chusnul Amin menekankan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ekoteologi melalui khutbah, ceramah, majelis taklim, dan berbagai kegiatan penyuluhan. Menurutnya, menjaga lingkungan harus dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan yang perlu terus ditanamkan kepada masyarakat.
Sementara itu, H. Anshori membekali peserta dengan teknik kalibrasi arah kiblat menggunakan aplikasi Auqat dan kompas. Materi tersebut memberikan keterampilan praktis bagi penyuluh dalam mendampingi masyarakat untuk memastikan akurasi arah kiblat rumah ibadah maupun bangunan lainnya.
Melalui kegiatan ini, IPARI Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi dan kompetensi Penyuluh Agama Islam agar mampu memberikan layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. (dion/afa)
