Banyuwangi — Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Jawa Timur terus mendorong peningkatan kapasitas digital penyuluh agama.
Melalui webinar bertajuk “Penguatan Literasi Digital Penyuluh Agama melalui Pemanfaatan AI dalam Desain Flyer”, Senin (20/7/2026), lebih dari 300 penyuluh agama dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung media dakwah digital.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi penyuluh PW IPARI Jawa Timur ini dibuka oleh Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si., dan menghadirkan Haris Shofiudin, S.H.I., Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banyuwangi, sebagai pemateri. Webinar dipandu oleh M. Syarif Hidayatullah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam Kota Batu.
Dalam arahannya, Syaifudin Ma’arif menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan penyuluh agama di tengah berkembangnya ruang dakwah di media sosial. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan AI dapat menunjang pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di dunia maya, mulai dari penyusunan perencanaan program hingga pembuatan infografis dan media publikasi yang lebih menarik.
“PW IPARI Jawa Timur akan terus menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan penyuluh agama. Bahkan, jika diperlukan, kami siap membuka kelas-kelas lanjutan agar kompetensi digital penyuluh terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Haris Shofiudin membagikan pengalamannya memanfaatkan AI dalam membuat media dakwah. Ia mengaku perjalanan tersebut berawal dari terbitnya kebijakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengenai optimalisasi media sosial bagi penyuluh agama. Dari mempelajari Canva, ia kemudian mengenal Gemini sebelum akhirnya memanfaatkan ChatGPT sebagai alat untuk mempercepat proses pembuatan desain.
“Awalnya saya belajar Canva, lalu mengenal Gemini, hingga akhirnya menggunakan ChatGPT. Dengan prompt yang tepat, kini membuat konsep flyer bisa jauh lebih cepat tanpa mengurangi kreativitas penyuluh,” katanya.
Dalam sesi praktik, peserta diajak memahami teknik menyusun prompt yang efektif, menentukan tema dan resolusi gambar, memilih kutipan yang sesuai dengan materi dakwah, hingga menempatkan logo instansi pada desain sebelum menghasilkan flyer menggunakan AI.
Melalui pelatihan ini, PW IPARI Jawa Timur berharap para penyuluh agama semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghasilkan media dakwah digital yang kreatif, profesional, dan mudah menjangkau masyarakat luas. Pemanfaatan AI diharapkan menjadi alat bantu untuk memperkuat efektivitas komunikasi penyuluhan, bukan menggantikan peran penyuluh dalam membimbing umat. (dion)
