Surabaya- Noor Fitriyah meraih juara pertama cabang Hafalan Juz 30 dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan. Penyuluh Agama Islam KUA Kenjeran itu menjadi bagian dari kafilah Korpri Jawa Timur dalam ajang yang berlangsung di Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 23–30 Agustus 2026.
Rangkaian MTQ dibuka di Kota Makassar pada 24 Agustus 2026. Perlombaan berlangsung pada 25–27 Agustus 2026, dilanjutkan babak final pada 28 Agustus. Ajang tersebut resmi ditutup pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, di Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkep.
Noor, perempuan kelahiran Surabaya, 18 Mei 1990, bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dalam cabang Hifzhil Quran. Ia akhirnya menempati posisi pertama pada kategori Hafalan Juz 30.
Bagi Noor, kemenangan tersebut bukan semata soal peringkat. Musabaqah menjadi ruang untuk bertemu para ahl Al-Qur’an dari berbagai daerah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap kitab suci.
“Musabaqah bukan sekadar ajang kompetisi. Ini momentum untuk bertemu para ahl Al-Qur’an dan semakin mencintai Al-Qur’an melalui ayat-ayat yang dilantunkan dan dihafalkan,” kata Noor.
Sebagai penyuluh agama, Noor melihat prestasi tersebut memiliki kaitan dengan tugasnya dalam membina masyarakat. Hafalan Al-Qur’an, menurut dia, tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat, tetapi semestinya berlanjut pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak para penyuluh agama terus menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kegiatan pembinaan dan syiar.
“Al-Qur’an adalah sumber keberkahan dalam hidup,” ujarnya.
MTQ VIII Korpri Nasional 2026 mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh.” Ajang ini mempertemukan ASN dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. Tahun ini terdapat 12 cabang lomba dengan 36 golongan.
Noor berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk kembali dipercaya memperkuat kafilah Korpri Jawa Timur pada MTQ berikutnya.
Bagi Noor, menjadi juara adalah hasil. Namun, menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an adalah perjalanan yang belum selesai.
