
Madiun, 19 November 2025 – PD IPARI Kabupaten Madiun & Ngawi menggelar kegiatan Road to Bimtek Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama yang diikuti oleh penyuluh agama dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. Acara ini berlangsung di Aula Kemenag Kabupaten Madiun dan dihadiri oleh 126 peserta, terdiri dari: 13 penyuluh agama Kota Madiun dari 3 kecamatan, 60 penyuluh agama Kabupaten Madiun dari 13 kecamatan, dan 53 penyuluh agama Kabupaten Ngawi dari 19 kecamatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Madiun, didampingi Plt. Kasubag TU dan Kasi Bimas Islam, H. Muhammad Tafrikhan, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa para penyuluh agama telah mendapatkan pembekalan antara lain bimbingan dakwah melalui media sosial dan diharapkan mampu mengimplementasikannya secara optimal. Beliau juga menekankan pentingnya penyusunan laporan akhir tahun secara tepat waktu serta berharap agar pola pelayanan penyuluh agama semakin efektif. “Harapannya, setiap kecamatan dapat terlayani secara menyeluruh. Penyuluh memiliki PR untuk salah satunya adalah mewujudkan keberhasilan meraih kemenangan dalam ajang MTQ di Tulungagung,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Kabid Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. Arwani, menyampaikan materi penguatan kinerja penyuluh agama. Beliau menekankan bahwa kinerja penyuluh harus berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar banyaknya kegiatan. “Tolok ukur kinerja bukan pada jumlah aktivitas, melainkan pada perubahan sikap, perilaku, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Dr. Arwani juga menekankan penggunaan pendekatan partisipatif agar penyuluh menjadi subjek pemberdayaan umat, bukan sekadar pelaksana program. Penyuluh juga diharapkan memahami lintas program seperti haji, madrasah, pesantren, dan moderasi beragama, sehingga sinergi lintas bidang dapat berjalan efektif. “Setiap tugas harus dilaporkan kepada atasan langsung,” tambahnya sembari menutup sambutan dengan pesan ringan namun inspiratif.
Selanjutnya, arahan disampaikan oleh Ketua Tim Penyuluh Agama dan SI Penais-Zawa Kanwil Kemenag Jatim, M. Ubaidillah, SE., M.AB. Beliau mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan EPA (Elektronik Penyuluh Agama) yang kini telah terintegrasi dengan sistem kepegawaian dan berbasis laporan harian. “Jangan lelah mencintai profesi penyuluh. Integritas dan keteladanan akan menjadi nilai utama,” pesannya.
Dari bidang Zakat dan Wakaf, Ketua Tim Zawa Kanwil, M. Rosyidin, memperkenalkan beberapa inovasi digital, di antaranya aplikasi SIWAK. Ia mengimbau penyuluh agama untuk mendukung implementasi aplikasi secara cerdas dan adaptif, baik melalui kontribusi tenaga maupun pemanfaatan perangkat digital. “Minimal gunakan Android versi 14 untuk mendukung optimalisasi aplikasi,” ujar Rosyidin.
Acara dilanjutkan dengan sesi brainstorming dan pendampingan penyusunan kinerja penyuluh agama, dipandu oleh Tim Penyusun Buku Panduan: Syaifuddin Ma’arif, S.Ag., M.Si., Dr. Rahmad Salahuddin, M.Pd.I., Dr. Alfiatu Solikah, dan Kusnan, M.Fil.I. Para penyusun memberikan arahan teknis serta membuka ruang diskusi interaktif dengan penyuluh dari Madiun dan Ngawi untuk memperkuat kapasitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja penyuluh agama.
Kegiatan “Road to Bimtek” ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas penyuluh agama sekaligus memperkuat integrasi program penyuluhan di wilayah Madiun Raya. Dengan sinergi lintas bidang dan pemanfaatan teknologi digital, penyuluh agama diharapkan mampu semakin adaptif, responsif, dan relevan dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan masyarakat.




