
Lamongan, 11 November 2025 — Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Jawa Timur menggelar Roadshow Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama untuk wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 1 Lamongan ini mengusung tema “Kuasai Aturan, Ciptakan Budaya Kinerja yang Adaptif dan Berkemajuan” dan diikuti oleh jajaran pengurus IPARI serta para penyuluh dari tiga kabupaten tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H.M. Muhammad Mukhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I., yang sekaligus membuka kegiatan, bersama Kasi Bimas Islam Kabupaten Lamongan, H. Imam Hambali, S.Ag., M.A., Kasi Bimas Islam Kabupaten Tuban, H. Asyhari, S.Ag., M.A., serta jajaran pengurus harian PW IPARI Jawa Timur yang dipimpin oleh Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si. Turut hadir pula ketua dan jajaran pengurus IPARI dari tiga kabupaten wilayah kerja Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Lamongan, H.M. Muhammad Mukhlisin Mufa, menyampaikan bahwa penyuluh agama adalah figur istimewa yang diberi mandat oleh negara untuk berdakwah, membimbing, dan mengedukasi masyarakat di berbagai lapisan. Menurutnya, peran penyuluh bahkan mencakup wilayah yang tidak selalu bisa dijangkau oleh dai, guru, atau dosen, seperti kerja sama lintas instansi, koordinasi dengan Forkopimda, dan kolaborasi di tingkat kecamatan. Ia menegaskan bahwa penyuluh harus memperkuat tradisi membaca, literasi, dan tadabbur Al-Qur’an agar dakwah dan kinerjanya senantiasa berlandaskan nilai-nilai wahyu.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kabupaten Lamongan, H. Imam Hambali, S.Ag., M.A., memberikan apresiasi atas semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi ini. “Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa. Ini menunjukkan komitmen penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam bidang administrasi dan pelaporan. Mohon kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh karena ini bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program kerja PW IPARI untuk meningkatkan sumber daya manusia penyuluh di berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran PW IPARI ke wilayah kerja Bojonegoro bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga sebagai wujud silaturahmi, membangun sinergi dengan pengurus daerah, dan menyapa langsung anggota di lapangan. “Kegiatan ini adalah upaya untuk membangun pemahaman yang integratif dan komprehensif tentang tugas dan fungsi penyuluh agama. Kami ingin agar penyuluh semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing di tengah tantangan dakwah modern,” tegasnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh tim Rumah Suluh PW IPARI Jawa Timur, yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang kinerja penyuluh. Beberapa materi esensial yang dibahas antara lain: kebijakan dan regulasi penyusunan kinerja berbasis indikator hasil; analisis jabatan dan beban kerja penyuluh; serta pelatihan teknis implementasi e-Kinerja dan pelaporan digital. Pemateri juga memberikan pembekalan terkait perubahan pola pikir penyuluh dari orientasi administratif menjadi orientasi manfaat dan inovasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama di wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan semakin memahami arah kebijakan dan mekanisme kinerja penyuluh secara utuh. Roadshow Bimtek ini menjadi langkah strategis PW IPARI Jawa Timur untuk memperkuat profesionalitas dan budaya kerja penyuluh agama yang adaptif, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.





