Skip to content

Bimbingan Teknis Peningkatan Kinerja Penyuluh Agama Kabupaten Sumenep: Wujud Komitmen Profesionalisme dan Penguatan Moderasi Beragama

Sumenep, 6 November 2025 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep bersama Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kinerja Penyuluh Agama, yang diikuti oleh 175 penyuluh agama dari 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan akuntabilitas para penyuluh agama sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.


Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep, H. Moh. Halili, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan untuk membekali para penyuluh agar mampu melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan secara optimal, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. “Penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama yang setiap hari hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan dan pembinaan keagamaan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, M.Pd.I., memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penyuluh agama atas dedikasi dan inisiatif mereka dalam melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi ini. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama, kerukunan umat, dan ketahanan moral bangsa. “Bimtek seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kemenag dan IPARI dalam membangun penyuluh yang profesional, tangguh, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifuddin Ma’arif, M.Si., secara simbolis menyerahkan Buku Pedoman Kinerja Penyuluh Agama kepada Kepala Kemenag Sumenep dan Kepala Seksi Bimas Islam, Moh. Mabrur, S.H., M.M. Buku pedoman ini kemudian juga diserahkan kepada Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Pamekasan, Ilyasak, M.Pd., sebagai simbol harmonisasi dan penyamaan persepsi antarwilayah.


Dalam sesi materi, Syaifuddin Ma’arif, M.Si., menyampaikan topik inspiratif bertajuk “Menjadi Penyuluh: Kebanggaan atau Impian?”. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan peran penyuluh sebagai profesi yang mulia, penuh pengabdian, dan memiliki dampak besar terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat. “Penyuluh bukan hanya profesi, tetapi juga panggilan jiwa. Maka banggalah menjadi penyuluh yang memberi cahaya di tengah umat,” pesannya.


Selanjutnya, Dr. Rahmad Shalahuddin, M.Pd., memberikan tutorial teknis penggunaan Buku Pedoman Kinerja Penyuluh Agama. Ia menjelaskan bahwa buku tersebut bersifat dinamis dan adaptif, dilengkapi dengan berbagai fitur penting seperti Analisis Jabatan (ANJAB), Analisis Beban Kerja (ABK), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), format laporan kinerja, regulasi terkini, serta panduan penyusunan laporan digital. “Pedoman ini dirancang agar mudah dipahami dan aplikatif, sehingga penyuluh dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai standar ASN,” paparnya.


Sementara itu, Dr. Alfiatu Solikah menyoroti pentingnya ketepatan diksi dan narasi dalam pelaporan kinerja penyuluh agama. Menurutnya, kemampuan menggunakan bahasa yang tepat dan profesional mencerminkan kualitas kerja penyuluh itu sendiri. “Banyak penyuluh sudah bekerja dengan baik di lapangan, namun belum maksimal dalam menyusun laporan. Maka penting bagi kita untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan literasi bahasa agar kinerja penyuluh lebih terukur,” jelasnya. Ia juga mendorong agar penyuluh terus berinovasi dalam metode dan strategi bimbingan, agar pesan keagamaan dapat diterima dengan efektif di berbagai lapisan masyarakat.


Materi terakhir disampaikan oleh Kusnan, M.Fil.I., yang mengulas sejarah lahirnya profesi penyuluh agama di Indonesia. Ia menekankan bahwa memahami sejarah adalah bagian dari menumbuhkan rasa syukur dan kebanggaan terhadap profesi penyuluh. “Penyuluh agama adalah pewaris semangat dakwah yang telah lama diperjuangkan oleh para ulama dan tokoh bangsa. Karena itu, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan penuh integritas,” tegasnya.


Kegiatan Bimtek ini berjalan dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyusun rencana tindak lanjut untuk menerapkan hasil bimtek di wilayah kerja masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kinerja penyuluh agama di Kabupaten Sumenep menuju pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada penguatan moderasi beragama.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *