
Sidoarjo — Nuansa khidmat sekaligus penuh semangat memenuhi Aula Al-Ikhlas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Selasa (16/12/2025). Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Provinsi Jawa Timur sukses menggelar Grand Final Lomba Paduan Suara Mars IPARI antar Pengurus Daerah (PD) kabupaten/kota se-Jawa Timur Tahun 2025.
Mengusung tema “Merajut Harmoni, Membangun Moderasi, Bersatu dalam Bakti untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Lebih dari sekadar perlombaan seni, ajang ini menjadi ruang silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan identitas penyuluh agama.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Ketua PW IPARI Jawa Timur, serta pembukaan resmi oleh Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Suasana semakin semarak saat sepuluh tim terbaik tampil di babak grand final, sebelum akhirnya ditutup dengan evaluasi dewan juri dan pengumuman pemenang.
Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa lomba ini dilaksanakan melalui dua tahapan. Babak penyisihan digelar secara daring pada 5–29 November 2025, dan diikuti oleh 37 PD IPARI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dari seluruh peserta, terpilih sepuluh tim terbaik yang melaju ke grand final berdasarkan penilaian dewan juri profesional.
Ia menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan SDM unggul yang memiliki dedikasi dan komitmen pengabdian tinggi. Meski kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri, kualitas dan semangat kebersamaan tetap terjaga. Proses penilaian pun dilakukan secara objektif dan profesional, melibatkan dewan juri berkompeten, termasuk Wiwik, pencipta Mars IPARI asal Magelang, Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Moh. Arwani, M.H.I, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, menyampaikan apresiasi kepada PW IPARI Jawa Timur, PD IPARI kabupaten/kota, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan hingga grand final.
Menurutnya, lomba paduan suara Mars IPARI tidak hanya menampilkan keindahan vokal, tetapi juga menjadi sarana penguatan jati diri organisasi dan semangat pengabdian. Penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen moderasi beragama dan penggerak transformasi nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Harmoni suara yang kita dengar hari ini adalah simbol persatuan IPARI dalam keberagaman. Bersatu dalam bakti, mengabdi untuk bangsa dan agama,” tuturnya, sebelum secara resmi membuka lomba dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Sepuluh tim finalis tampil penuh percaya diri, menampilkan harmonisasi, kekompakan, dan ekspresi musikal yang memukau. Berdasarkan Surat Keputusan PW IPARI Jawa Timur Nomor 082/PW.IPARI.Skrt/12/2025, Juara I diraih oleh PD IPARI Kota Surabaya, Juara II PD IPARI Kabupaten Tulungagung, dan Juara III PD IPARI Kabupaten Lamongan. Panitia juga memberikan penghargaan Best Conductor (Dirigen) sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan musikal terbaik.
Dalam sesi evaluasi, dewan juri memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penampilan peserta. Mars IPARI dinilai bukan sekadar lagu organisasi, melainkan juga media dakwah kultural yang mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat identitas penyuluh agama.
Apresiasi juga datang dari Pengurus Pusat IPARI. Melalui video testimoni, Ketua Umum dan Sekretaris Umum IPARI menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus harapan agar IPARI terus solid dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Grand final ditutup dengan penyerahan penghargaan dan ucapan terima kasih dari panitia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa PW IPARI Jawa Timur mampu menghadirkan ruang ekspresi, konsolidasi, dan penguatan nilai moderasi beragama, sejalan dengan semangat pengabdian untuk Indonesia yang maju dan berkeadaban.




