Skip to content

PW IPARI Jawa Timur kunjungi Launching Kampung Moderasi Beragama ke-IV di Ds Arjowilangun Kalipare

Malang — Dalam rangka meneguhkan semangat toleransi dan memperkuat kerukunan umat di tengah masyarakat yang beragam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bersama PD IPARI Kabupaten Malang menggelar Launching Kampung Moderasi Beragama (KMB) ke-IV di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, pada Rabu–Kamis, 15–16 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan program moderasi beragama berbasis wilayah. Tidak hanya seremonial, peluncuran KMB juga dirangkai dengan forum dialog yang membahas isu-isu aktual lintas iman serta sesi penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tingkat akar rumput. Sebanyak 240 peserta hadir, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penyuluh lintas agama — Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha — dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.

Beberapa narasumber turut hadir memberikan materi, di antaranya Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Malang, Kasi Bimas Islam, Ketua PW IPARI Jawa Timur, dan perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Malang.

Menariknya, seluruh peserta selama kegiatan menginap di rumah warga sekitar. Konsep ini dipilih sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan keakraban antarumat beragama. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, para peserta dapat merasakan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi fondasi kerukunan di Desa Arjowilangun.

Di sela-sela kesibukannya menghadiri kegiatan bersama Menteri Agama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, H. Sahid, menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Arjowilangun.

“Kampung Moderasi Beragama bukan hanya simbol kegiatan, tetapi ruang hidup yang menghadirkan harmoni di tengah perbedaan. Nilai toleransi, penghargaan, dan kerja sama harus terus dijaga agar menjadi budaya bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifudin Maarif, menegaskan pentingnya peran penyuluh agama sebagai ujung tombak dalam mewujudkan moderasi beragama di masyarakat.

“Penyuluh tidak semata berdakwah, tetapi menjadi penengah, penjaga keseimbangan, dan jembatan dialog antarumat. Kegiatan berbasis komunitas seperti ini adalah laboratorium nyata bagi praktik moderasi beragama,” katanya.

Perwakilan penyuluh lintas agama, Endah Pramoyanti, turut membagikan kesan positifnya.

“Kami disambut hangat oleh masyarakat Arjowilangun. Menginap di rumah warga membuat kami merasa dekat dan saling memahami. Inilah esensi moderasi beragama — mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan dalam damai,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan moderasi beragama yang berpijak pada kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. Harapannya, semangat kebersamaan ini dapat menjadi teladan bagi terwujudnya kehidupan yang damai, toleran, dan harmonis di bumi Malang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *