Bimtek Penyuluh Agama Ahli Pertama, 13-15 Oktober 2026 di BLK Wonojati, Malang
MALANG-Penyuluh Agama merupakan Aparatur Sipil Negara yang memiliki peran strategis sebagai pembimbing umat, agen moderasi beragama, dan katalisator pembangunan di bidang keagamaan. Sebagai jabatan fungsional, Penyuluh Agama dituntut memiliki kompetensi teknis yang memadai, baik dalam aspek regulasi, uraian tugas, metode bimbingan dan penyuluhan, maupun kompetensi penunjang berbasis teknologi informasi yang relevan dengan tuntutan zaman.

Bootcamp Penyuluh Agama Ahli Pertama disusun untuk mempersiapkan Penyuluh Agama pada jenjang Ahli Pertama agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai kebijakan pembinaan jabatan fungsional, perubahan pola pikir (mindset) dalam menjalankan tugas, penguasaan regulasi, uraian tugas dan beban kerja, pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan, peran sebagai katalisator layanan keagamaan, pengembangan model/metode bimluh, serta kompetensi penunjang berupa penyusunan materi berbasis Canva dan web, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan video dakwah, dan teknik penyusunan SKP, e-Kinerja, serta EPA.
Tujuan Bootcamp

Bootcamp ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan pemahaman peserta terhadap kebijakan pembinaan dan regulasi Jabatan Fungsional Penyuluh Agama.
- Membentuk perubahan pola pikir (mindset) peserta sebagai Penyuluh Agama yang profesional, adaptif, dan melayani.
- Memberikan pemahaman utuh tentang uraian tugas, beban kerja, dan pelaksanaan bimbingan penyuluhan agama dan pembangunan.
- Menguatkan peran Penyuluh Agama sebagai katalisator layanan keagamaan dan pembangunan di masyarakat.
- Membekali peserta dengan kemampuan mengembangkan model/metode bimbingan dan penyuluhan yang inovatif.
- Membekali kompetensi penunjang berupa penyusunan materi bimluh berbasis Canva dan web, pemanfaatan AI dalam produksi video dakwah, serta teknik penyusunan SKP, e-Kinerja, dan EPA.
Sasaran peserta bootcamp ini adalah Penyuluh Agama Ahli Pertama di lingkungan Kementerian Agama yang membutuhkan penguatan kompetensi teknis fungsional dan kompetensi penunjang berbasis digital.
Setelah mengikuti bootcamp, peserta diharapkan mampu memahami kebijakan dan regulasi jabatan fungsionalnya, melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan agama secara profesional dan inovatif, berperan sebagai katalisator pembangunan keagamaan, serta memiliki kompetensi penunjang di bidang desain materi digital, pemanfaatan AI, dan pengelolaan kinerja (SKP/e-Kinerja/EPA).

Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Bimtek Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Ahli Pertama Angkatan I dan II pada tanggal 13 -15 Oktober 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, Malang, ini diikuti oleh 91 peserta yang terdiri atas 88 Penyuluh PPPK dan 3 Penyuluh PNS. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.
Turut hadir sebagai salah satu narasumber, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Kabid Penais Zawa) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Moh. Arwani, M.Ag., M.HI., Perencana Litbang Semarang, dan pengurus harian PW IPARI Jawa Timur.
Selain itu, narasumber yang hadir melalui ruang Zoom adalah Dr. H. Jamaluddin Marki, Lc., Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam (Dir Penais), Kementerian Agama RI, dan Heru Susanto.
Kegiatan ditutup oleh Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si., yang dihadiri oleh Ketua Tim Penyuluh Agama, Achmad Ubaidillah. (icha/sym/dion)
