Skip to content

Penyuluh Agama dan Puskesmas Berkolaborasi Edukasi Imunisasi Dorong Kesadaran Warga Pasuruan

Pasuruan – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Pasuruan, berkolaborasi dengan Puskesmas Ngempit Kraton untuk mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Orientasi Imunisasi pada Senin (09/09/2025).

Penyuluh Agama Islam yang mewakili kegiatan tersebut di Puskesmas Ngempit Kraton antara lain Akhmad Sahrandi, S.Pd.I, Abi Yusuf Mubarak, S.Pd.I, dan Saeri, S.Pd.I, yang turut memberikan pandangan keagamaan terkait imunisasi.

Akhmad Sahrandi menegaskan bahwa imunisasi sejalan dengan prinsip Dharuriyyatul Khamsah, yaitu lima hal pokok yang wajib dijaga dalam Islam: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
“Vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar untuk memelihara jiwa dan menjaga keturunan agar tumbuh sehat serta terhindar dari penyakit berbahaya,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Abi Yusuf Mubarak menjelaskan bahwa dalam Islam, imunisasi anak hukumnya mubah (boleh) berdasarkan Fatwa MUI Nomor 04 Tahun 2016.
“Imunisasi adalah upaya preventif menjaga kesehatan yang sejalan dengan prinsip kemaslahatan dan pencegahan mudharat. Vaksin haram hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat ketika tidak ada vaksin halal yang tersedia, dengan rekomendasi dokter kompeten,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Ahmad Khoiron Nashirin, Dokter Fungsional Puskesmas Ngempit, menuturkan bahwa layanan imunisasi telah tersedia di posyandu, puskesmas, maupun pos kesehatan. Namun, masih ada balita yang belum menerima imunisasi lengkap akibat rendahnya kesadaran orang tua.
“Kami berharap peran aktif tokoh agama, kepala desa, penyuluh agama, serta instansi lintas sektor seperti Kementerian Agama untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Kegiatan sosialisasi akan difokuskan di balai desa, posyandu, sekolah, dan lain-lain,” tegas dr. Khoiron.

Menanggapi hal tersebut, Saeri mengimbau agar edukasi kesehatan diberikan dengan pendekatan yang menenangkan, terutama kepada orang tua yang khawatir ketika anaknya mengalami demam pasca imunisasi.
“Demam pasca imunisasi adalah reaksi wajar yang tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak takut mengimunisasi anak-anaknya,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah sinergis lintas sektoral dalam mendukung program imunisasi nasional serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat demi mewujudkan generasi sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Randi.S./red


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *