
Lamongan – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Lamongan kembali menegaskan kiprahnya sebagai mitra strategis umat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, kegiatan Bazar dan Pesta Rakyat Tjap Gajah Mada digelar meriah di Lapangan Gajah Mada, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, IPARI membuka stand yang tidak hanya menampilkan berbagai layanan publik keagamaan, tetapi juga menjadi ruang promosi produk-produk unggulan dari majelis binaan.
Stand IPARI menjadi bukti bahwa peran penyuluh agama kini semakin luas. Mereka tidak hanya hadir dalam bimbingan spiritual, tetapi juga ikut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui majelis taklim binaan, lahirlah beragam produk UMKM seperti makanan olahan, kerajinan tangan, hingga karya kreatif lokal yang dipamerkan dalam stand. Dengan begitu, stand IPARI menjadi gerbang promosi dan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis jamaah.
Selain sebagai etalase UMKM, IPARI juga menghadirkan layanan yang bersifat informatif, konsultatif, dan edukatif. Layanan itu mencakup pembentukan dan penguatan majelis taklim, ikrar wakaf, konsultasi sertifikasi produk halal, hingga penentuan arah kiblat yang akurat. Tidak berhenti di situ, sejumlah inovasi penyuluh juga turut ditampilkan, di antaranya Audiobook Binwin, layanan bimbingan perkawinan inklusif dan ramah disabilitas yang telah dikenal secara nasional; Sanggar Lansia Ashabul Yamin, wadah kreatif dan produktif untuk kaum lanjut usia; serta Si Boluh (Boneka Moderasi Beragama), media edukasi interaktif bagi anak-anak untuk menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.
Hadir langsung dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan bersama para Kepala Seksi dan pimpinan di lingkungan Kemenag. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus pengawalan, agar kebermanfaatan layanan IPARI benar-benar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.“Stand ini bukan sekadar layanan publik, tetapi juga ruang sinergi antara dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi. Kehadiran penyuluh agama harus benar-benar menjawab kebutuhan umat, baik secara spiritual maupun sosial,” ungkap salah seorang pengurus IPARI Lamongan.
Momen semakin istimewa ketika Bupati Lamongan turut mampir ke stand IPARI. Ia memberikan apresiasi atas peran besar penyuluh agama yang tidak hanya aktif membina umat, tetapi juga menghadirkan program nyata yang berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lamongan. Dalam sambutannya, Bupati menitipkan pesan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan SDM dan spiritualitas masyarakat.
Kehadiran IPARI Lamongan dalam HUT RI ke 80 ini menegaskan wajah baru penyuluh agama. Mereka tidak hanya sebagai pembimbing ibadah, tetapi juga agen perubahan sosial, budaya, dan ekonomi. Dengan kiprah yang semakin inovatif dan bermanfaat, IPARI Lamongan menunjukkan komitmen untuk terus berkibar dan menghadirkan maslahat bagi masyarakat luas.





