Lamongan, 5 September 2025 oleh Kabibur – Udara pagi di Kabupaten Lamongan, Sabtu itu, terasa berbeda. Aula Kemenag Lamongan dipenuhi para tokoh agama, pengurus masjid, hingga penyuluh yang datang dari berbagai kecamatan. Mereka berkumpul bukan sekadar menghadiri acara formal, melainkan untuk menyalakan kembali semangat besar: Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM).
Badan yang lahir sejak 1964 dengan nama Bakemas kemudian berubah menjadi BKM pada tahun 1970 ini sempat meredup gaungnya. Namun, sejak 3 Mei 2023, Menteri Agama RI kembali mengukuhkan keberadaan BKM sebagai lembaga penting di bawah Kementerian Agama yang bertugas mengawal kesejahteraan masjid. “Di Lamongan sendiri, data menunjukkan ada 2.471 masjid dan 4.288 musholla terdaftar di aplikasi SIMAS—angka yang mencerminkan betapa masjid adalah denyut nadi kehidupan masyarakat.” Jelas Kasi Bimas Islam H. Imam Hambali, S.Ag., MA yang juga menjadi ketua panitia kegiatan ini.
“Revitalisasi ini bukan sekadar nama, tapi proses untuk mengembalikan sesuatu yang vital agar benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar KH. Abdur Rouf, M.Ag., Ketua Dewan Masjid Kabupaten Lamongan yang pagi itu tampil sebagai narasumber utama.
Dengan suara tenang namun tegas, ia mengingatkan bahwa masjid sejak zaman Nabi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi sosial, ekonomi, budaya, hingga strategi perjuangan. “Kini masjid harus dikelola dengan transparansi, akuntabilitas, serta inovasi. Jamaah butuh fasilitas yang ramah, nyaman, dan sesuai kebutuhan zaman,” tambahnya.
Ia mencontohkan Masjid Jagat Karya di Yogyakarta dan Masjid Ar-Rahman Nabawi di Blitar, yang berhasil menjadi rujukan pengelolaan modern tanpa kehilangan ruh spiritual.Sementara itu, KH. M. Fauzi, S.Ag., M.Hi., analis kebijakan Kanwil Kemenag Jawa Timur, menyoroti aspek penataan aset. Menurutnya, BKM bukan sekadar lembaga administratif, melainkan wadah resmi bentukan pemerintah yang bisa mendorong masjid menjadi institusi mandiri. “Jika aset masjid tertata baik, maka ia tidak hanya hidup dari donasi, tetapi mampu menggerakkan ekonomi umat secara mandiri,” jelasnya.
Suasana semakin hangat ketika para pengurus BKM kecamatan mendengarkan paparan dengan penuh antusias. Mereka sadar, revitalisasi bukan hanya jargon, melainkan tantangan sekaligus peluang. Potensi 27 kecamatan di Lamongan adalah modal besar untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat di era modern.
Acara ditutup dengan pesan Kepala Kemenag Lamongan, H. Muhlisin Mufa, S.Ag, M.Pd.I yang menegaskan pentingnya gerakan kolektif menyelamatkan aset umat melalui ikrar wakaf. “Revitalisasi BKM adalah momentum kebangkitan. Mari kita hidupkan kembali masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi sebagai rumah yang nyaman, pusat pelayanan umat, dan benteng spiritual masyarakat,” pesannya penuh harap.
Dan dari Lamongan, gaung itu kembali dikumandangkan: masjid harus menjadi cahaya, bukan hanya di atas sajadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya umat.
Lamongan – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Lamongan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III, Rabu (5/2/2026), di Aula Pascasarjana Universitas Islam Lamongan. Kegiatan diawali dengan penampilan Jam’iyah Sholawat IPARI Lamongan yang sekaligus menjadi momentum launching grup sholawat PD IPARI Lamongan. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Kementerian Agama,… PD IPARI Lamongan Gelar Rakerda III, Perkuat Program Kerja Penyuluh Agama
Dalam upaya menghadirkan dakwah Islam yang substantif, membumi, dan responsif terhadap konteks sosial, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Kediri menyelenggarakan kegiatan kerja bhakti di tempat ibadah sebagai manifestasi nyata dakwah bil-hal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Pengurus Pusat IPARI Nomor: 143/PP.IPARI.Skrt/12/2025 tentang Persiapan Natal dan Tahun… IPARI Kabupaten Kediri Hadirkan Dakwah Bil-HalMelalui Kerja Bhakti Lintas Iman di Tempat Ibadah
Sidoarjo — Nuansa khidmat sekaligus penuh semangat memenuhi Aula Al-Ikhlas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Selasa (16/12/2025). Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Provinsi Jawa Timur sukses menggelar Grand Final Lomba Paduan Suara Mars IPARI antar Pengurus Daerah (PD) kabupaten/kota se-Jawa Timur Tahun 2025. Mengusung tema “Merajut Harmoni, Membangun Moderasi,… Harmoni Suara, Soliditas Terjaga: Grand Final Paduan Suara Mars IPARI Jatim 2025 Berlangsung Meriah
Malang, 8 Desember 2025 — Upaya memperkuat kualitas dan profesionalisme penyuluh agama terus digencarkan. Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Jawa Timur menggelar Roadshow Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama bagi wilayah kerja Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Malang dan… IPARI Jatim Dorong Profesionalisme Penyuluh Agama Malang Raya Lewat Roadshow Bimtek Kinerja
Madiun, 19 November 2025 – PD IPARI Kabupaten Madiun & Ngawi menggelar kegiatan Road to Bimtek Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama yang diikuti oleh penyuluh agama dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. Acara ini berlangsung di Aula Kemenag Kabupaten Madiun dan dihadiri oleh 126 peserta, terdiri dari: 13 penyuluh agama Kota Madiun dari 3 kecamatan,… Road to Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama PD IPARI Madiun & Ngawi