SITUBONDO — Peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), PD IPARI Kabupaten Situbondo tidak dirayakan dengan seremoni semata. Organisasi profesi para penyuluh agama itu memilih turun langsung ke tengah masyarakat melalui aksi sosial, kepedulian lingkungan, hingga penguatan literasi keagamaan berbasis digital.
Rangkaian kegiatan yang digelar Pengurus Daerah IPARI Situbondo menjadi penanda bahwa peran penyuluh agama tidak hanya berkutat pada mimbar dakwah, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Mulai dari aksi bersih-bersih fasilitas publik, Khotmil Quran, hingga pembagian daging kurban bagi warga di daerah terpencil menjadi bagian dari pengabdian yang diusung dalam momentum hari jadinya.

Pengurus IPARI Situbondo melakukan bersih-bersih di tempat-tempat umum wilayah timur, tengah dan barat Kabupaten Situbondo
Ketua PD IPARI Situbondo, Mohammad Nur Kholish, menegaskan bahwa HUT ke-3 IPARI menjadi momentum memperkuat eksistensi organisasi melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Keberadaan IPARI di Situbondo tidak sekadar ada, tetapi harus memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilaksanakan serentak di tiga wilayah Situbondo. Di kawasan timur, para penyuluh agama melakukan aksi peduli lingkungan di Pantai Pelabuhan Jangkar. Wilayah tengah dipusatkan di Sungai Burnik, sedangkan wilayah barat berlangsung di Sungai Mojodungkol.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan, IPARI berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak berhenti di situ, IPARI Situbondo juga menyalurkan daging kurban kepada masyarakat di Dusun Curah Udang, Kecamatan Bungatan. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan kawasan yang relatif jauh dari pusat keramaian sehingga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kebahagiaan Iduladha juga dirasakan masyarakat di daerah yang lebih terpencil,” tambah Kholish.
Peran IPARI sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan umat juga terlihat melalui rencana pengembangan program Literasi Digitalisasi Masjid. Program tersebut akan memanfaatkan barcode yang ditempel di masjid-masjid untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai konten keagamaan digital, seperti kitab kuning, materi khutbah Jumat, hingga referensi keislaman lainnya.
Inovasi ini menjadi langkah adaptif para penyuluh agama dalam menjawab tantangan era digital. Di tengah derasnya arus informasi, IPARI berupaya menghadirkan sumber literasi keagamaan yang mudah diakses, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kiprah IPARI Situbondo dalam Harlah ke-3 :
1. Aksi bersih-bersih lingkungan di tiga titik wilayah Situbondo.
2. Khotmil Quran sebagai penguatan spiritual penyuluh agama.
3. Penyaluran daging kurban kepada masyarakat di daerah terpencil.
4. Pengembangan program Literasi Digitalisasi Masjid berbasis barcode.
5. Penguatan peran penyuluh agama dalam bidang sosial, lingkungan, dan keagamaan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IPARI Situbondo menegaskan bahwa penyuluh agama tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang hadir, melayani, dan memberdayakan masyarakat. Di usia yang ketiga, IPARI terus berupaya memperluas manfaat serta memperkuat kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. (dion/mnk)
